
Medio 1990-an, jauh sebelum Hector Bellerin atau Jackson Irvine mempopulerkan blokecore, suatu aliran fashion yang menggabungkan jersey olahraga dengan outfit kekinian, di sebuah kota kecil setingkat kecamatan di bagian selatan Wonogiri, tumbuh anak kecil yang hobi banget ngoleksi kaos bola. Diperkenalkan oleh kakak sepupunya yang udah lebih dulu ngoleksi kaos bola, nih anak mulai getol berburu jersey klub favoritnya. Sudah barang tentu bukanlah jersey official, tapi jersey produksi lokal dengan merk Austy, Seven Stars, atau belakangan Multisport. Koleksi pertama adalah jersey hibahan kakak sepupu tadi, longsleeve jersey Spanyol, entah merujuk ke tahun berapa tapi sepertinya jersey itu adalah replika jersey Miguel Angel Nadal minus nameset.
Di masa itu, mencari jersey bola bukanlah sebuah hal yang mudah. Salah satu toko rujukan adalah Kurnia Sport & Musik yang ada di bilangan Coyudan, Solo. Tuh bocah sempet diketawain sama penjaga tokonya karena nanya jersey Blackburn Rovers ama Middlesbrough; waktu itu Rovers abis jadi juara Premier League dan tuh bocah tergila-gila ama Duo SAS, Shearer and Sutton, sedangkan The Boro karena waktu itu baru kedatangan Juninho. Si Penjaga Toko bilang ga ada, klub itu ga masuk Big Four EPL ataupun Magnificent Seven Lega Calcio, yang jamak distok sama toko itu.
Syahdan, beberapa waktu kemudian terkoleksilah beberapa jersey, mulai dari PSV Eindhoven era Philip Cocu sampai Bayern Muenchen era Giovanne Elber (dua jersey klub itu didapet sebagai wishlists hadiah sunatan, wkwkwk). Sayangnya, masih ada beberapa jersey klub yang belum kesampaian buat didapet even versi bootleg sekalipun; Blackburn Rovers 94/95, Lazio era Guiseppe Signori, Borussia Dortmund era Andy Moeller, sama Tottenham Hotspurs era Teddy Sheringham.
Kini, di tengah arus blokecore yang kian menjadi kalcer, jiwa kolektor jersey gue terpicu lagi. Mau yang official ataupun bootleg retro keluaran Thailand, gampang banget didapet. Cuman sayang, harga yang official sungguh sangat asutenan! Sebagai permulaan, gue angkut jersey Timnas Ceko era Euro 2004 pas Karel Poborsky cs. lagi gacor-gacornya, dengan mahar yang ga perlu bikin mikir dua kali. Belum sampai hati gue, harus ngerogoh kocek senilai UMR bulanan Jogja untuk sehelai jersey official Tottenham Hotspurs warna kuning dengan sponsor Hewlett Packard! Yaa, karena gue mendaku diri sebagai kolektor, mau beli Grade Ori Thailand kan malu, mau beli official mana mampu?!? wkwkwkwk..
Hah! sungguh jebakan mindset kelas menengah ngehe macam gue..
Leave a comment